Tidak perlu waktu lama untuk Avenged Sevenfold kembali menyapa dan bernyanyi bersama fans mereka di Jakarta, 22 Oktober 2008 di Tennis Indoor Senayan kemarin. Entah karena mereka sendiri tidak puas dengan penampilan dan performance mereka 2007 silam, atau mereka memang benar-benar cinta pada crowd Jakarta –memang, pada saat jeda lagu, vokalis M.Shadows berkata “We Love Jakarta”- dan konser tersebut diwujudkan kembali oleh Java Musikindo.

Konser bertajuk L.A. Lights Concert Avenged Sevenfold ini mulai dipenuhi antrian sejak pukul 15.00, yang mayoritas pengantrinya berpakaian hitam-hitam dengan lambang dan nama band yang akan mereka saksikan dan setia mereka tunggu hingga malam. Dan sekitar pukul 17.00, gate pertama dibuka. Penonton yang ingin menyaksikan dari barisan terdepan pun mulai bersliweran mencari gate mereka untuk berebut antrian lagi untuk gate kedua, yang dibuka sekitar pukul 18.00.

Jibriel, sebuah band lokal, muncul untuk membuka konser. Band yang sekilas menyerupai sebuah band Visual Kei lawas Jepang bernama Luna Sea ini mungkin akan lebih disambut jika mereka memainkan set yang lebih dominan lagu upbeat dan keras. Dua lagu ballad yang mereka bawakan secara berurutan akhirnya membuat crowd yang sudah menunggu-nunggu lama band pujaan mereka sejak siang makin tidak dapat meredam ketidaksabaran mereka.

Dan sekitar pukul 21.00 pun, Avenged Sevenfold –atau lebih sering disingkat A7X- mulai menghantam Tennis Indoor Senayan dengan “Critical Acclaim” sebagai pembuka set mereka yang disambut dengan gemuruh penonton yang sudah sabar menunggu sejak siang. Dilanjutkan dengan “Afterlife”,”Beast and The Harlot”,”Scream”,”Seize the Day”, dan kemudian sebelum “Unholy Confessions”, Shadows meminta para kameramen untuk mengarahkan kamera mereka pada crowd “I want to see them the whole song!” –yang sayang sekali tidak dituruti sepenuhnya oleh para kameramen- namun crowd pun tetap bersemangat, jejingrakan, dan singalong selama lagu berlangsung.

Ditutup dengan “Almost Easy” dan ditambah encore “Little Piece of Heaven”, penonton masih ingin lebih. Mereka meneriakkan lagu “Dear God” yang memang sangat dikenal, namun tidak dimainkan pada set malam itu. Sempat terdengar kabar bahwa memang lagu tersebut tidak akan mereka mainkan untuk set tersebut, dan benar saja, Avenged Sevenfold pun mengucapkan kata perpisahan untuk kedua dan terakhir kalinya.

Untuk set ini, total 10 lagu mereka bawakan. Mungkin total lagu tersebut membuat set yang mereka bawakan terkesan pendek, padahal durasi setiap lagu mereka selalu panjang –nampaknya ini tidak diperhatikan sehingga konser terasa pendek- Seusai konser, sebagian besar penonton berbasahkan keringat dengan wajah puas, sebagian lagi dengan wajah kecewa karena lagu yang mereka tunggu-tunggu tidak dinyanyikan.

Secara keseluruhan, dari tata lampu, suara dan performance yang mereka bawakan jauh lebih mengalami perkembangan jika dibandingkan dengan penampilan mereka pada tahun 2007, dan sangat memuaskan. Pada saat mereka akan menutup set mereka, Shadows kembali berkata ”We will see you again, soon enough!”. Yes Shadows, maybe the next time you’re here, kita akan mendengarkan dan menyanyikan “Dear God” bersama-sama di Jakarta.

Advertisement